Liburanku Bersama Keluarga 我和我的家庭一起假日 우리 가족과 제가 반둥에서 여행했습니다
1 Januari 2017
2017年1月1日
2017년1월1일
January 1, 2017
Sebenarnya
liburannya sudah hampir setahun yang lalu, tapi aku masih mengingat pengalaman yang
berharga ini.
Ayah, Mama, aku, dan
adikku, Lily, akan berlibur bersama ke Bandung. Di sana, kami akan menginap di
Hotel Seruni yang kata teman-temannya Mama sangat keren. Saking kerennya,
bahkan anak-anak temannya Mama tidak pergi kemana-mana, hanya di hotel untuk
menikmati fasilitas hotel. Aku tak sabar sekali untuk berlibur ke sana,
sekalian tahun baru-an, padahal sudah lewat.
Sebelum liburan,
kami bermusyawarah ke mana tempat yang akan kami kunjungi. Aku mengusulkan ke Kebun
Raya Bogor, sementara Lily mengusulkan ke Taman Safari. Ayah dan Mama
menyetujui usulanku, sehingga sebelum menuju ke Bandung, kami akan ke Kebun
Raya Bogor.
Kami berangkat jam
04.00. Karena masih mengantuk, aku, Lily, dan Mama tertidur sepanjang perjalanan.
Ayah yang menyetir. Saat aku bangun, sudah di tol Jagorawi. Ayah sempat mau
membangunkan kami, tetapi tidak jadi. Kata Ayah, tadi ada pengemudi yang
mengendarai motor bebek di jalan tol. Karena sempat macet, motor bebek itu
sudah jauh di depan. Tidak tahu sudah tertangkap polisi atau belum. Karena
masih Shubuh, jadinya tidak begitu terlihat.
Sudah jam 05.27,
tapi kami masih belum shalat Shubuh, jadi kami akan shalat di masjid di rest
area terdekat. Saat sudah berhenti di rest area, kami selalu membagi menjadi 2
kloter. Aku dan Ayah shalat duluan. Sementara Mama dan Lily berada di mobil.
Setelah aku dan Ayah shalat, giliran Mama dan Lily. Setelah semuanya sudah
shalat, kami melanjutkan perjalanan.
Kami bercanda ria
sepanjang perjalanan. Ayah bolak-balik mengucapkan kalimat ‘Jagorawi,
jagonya si awi. Itulah alasan mengapa aku sangat menyukai liburan bersama
keluarga, karena sepanjang perjalanan tidak ada satupun dari kami yang bermain
gadget masing-masing. Kami saling berbagi cerita.
Kami sampai di Kebun
Raya Bogor jam 07.30 WIB. Kebun Raya Bogor buka jam 08.00 WIB. Jadi, kami harus
menunggu selama setengah jam. Kami membeli bubur ayam untuk sarapan. Setelah
sarapan, kami berjalan-jalan di pasar dekat Kebun Raya Bogor. Kami berkeliling
ke sana, kemari. Ayah tampak sangat repot dengan barang bawaannya, karena dia
membawa kamera bermerk canon dengan lensa yang lumayan berat dan tongkat untuk
penompang kameranya. Belum lagi bawaan lainnya. Aku pun membantu Ayah membawa
tongkatnya.
Mama membeli 1
tandan pisang yang dijual oleh seorang kakek yang tampaknya sudah cukup tua.
Aku tidak tau pisang jenis apa itu. Sudah hampir jam 8, jadi kami kembali ke
mobil untuk menaruh pisangnya. Masa iya mau dibawa-bawa ke dalam.
Saat kami kembali,
sudah jam 8 lewat lima menit. Kami pun membeli tiket masuk dan langsung masuk
ke dalam. Di sana, kami berkeliling. Aku sangat antusias, karena ini adalah
pertama kalinya aku ke Kebun Raya Bogor setelah 9 tahun. Kami melewati beberapa
tempat dan kami juga melewati jalanan di dekat makam Belanda. Ayah bilang bahwa
Kebun Raya Bogor dibuat oleh Thomas Stamford Raffles yang memang menyukai
tumbuhan dan bahkan namanya diabadikan dalam sebuah nama bunga bangkai,
Rafflesia Arnoldi. Kami berfoto-foto sebentar di dekat danau yang terdapat
banyaaak sekali teratai yang dedaunannya besar sekali.
Saat kami berada di
dekat Istana Bogor, kami heran mengapa rusa-rusa tidak terlihat walaupun hanya
seekor. Di Istana Bogor, kulihat banyak sekali patung-patung orang yang tidak
memakai pakaian. Kata Ayah, patung-patung tersebut adalah hadiah pemberian dari
negara-negara lain dan dipajang disana. Ayah juga bilang saat rombongan Raja
Salman berkunjung ke Istana Bogor, patung-patung tersebut ditutupi dengan
pohon-pohon.
Kami pun mulai
berjalan ke bagian bawah yang cukup jauh dari pintu masuk. Kami melewati
jembatan gantung kecil berwarna merah dan berfoto di dekatnya. Setelah puas
berfoto, kami pun kembali berkeliling. Kami menuju jalan utama, lalu menuju ke
sebuah jembatan besar yang juga berwarna merah. Banyak sekali orang-orang yang
berlalu-lalang, sehingga kami tidak boleh berpencar. Banyak sekali pepohonan
yang batangnya sangat besar. Sekarang sudah jam 11 siang, jadi sedikit panas.
Aku melewati sebuah saluran
air yang mengalir ke sebuah kolam. Saluran air itu hampir sama dengan saluran
air yang ada di Kebun Raya Cibodas. Di sana, aku berfoto karena ingin ber-nostalgia
dengan foto kecilku di saluran air yang ada di Kebun Raya Cibodas. Airnya
enggak kotor, yang ada dingin banget.
Karena Lily sakit,
kami tidak melanjutkan. Tapi, Lily ingin menaiki kereta wisata, jadi kami belum
keluar dari Kebun Raya Bogor. Mama pun membeli tiket untuk menaiki kereta
wisata. Tapi, petugas loket bilang kalau loketnya sedang tutup. Akhirnya, kami
tidak jadi menaiki kereta wisata.
Tiba-tiba, kami melihat
kerumunan banyak orang. Tampak beberapa petugas mengenakan sedang melindungi
orang yang berada di kerumunan itu. Orang itu memakai batik cokelat. Setelah
kerumunan orang-orang mendekat ke tempat kami, Ayah dan Mama memotret kerumunan
tersebut. Ternyata, orang yang memakai batik cokelat yang sedang dikerumuni
banyak orang adalah Pak Presiden Jokowi. Aku tidak begitu jelas melihat karena
ada banyak orang yang memakai batik cokelat.
Setelah Pak Jokowi menjauh, kami keluar
dari Kebun Raya Bogor dan menuju Bandung. Ayah sedang mengejar ketertinggalan.
Pintu keluar tol akan ditutup jam 2 siang. Sekarang masih jam 12 siang. Kalau
sudah masuk jam 2, pintu keluar tol akan ditutup dan kami harus terjebak macet
di dalam tol.
Ternyata, pintu keluar tol Bandung sudah
ditutup. Padahal sedikit lagi. Mobil kami termasuk barisan paling depan yang
terjebak macet di tol. Sekarang masih jam 1 siang, tetapi pintu keluar tol
sudah ditutup. Kata Ayah, di Bandung itu penuh, jadi yang di Bandung harus
turun dulu. Pengumumannya salah. Jadi kami harus menunggu deh. Ayah mematikan
mesin mobil, kalau tidak, bensinnya akan habis.
Kami memutuskan untuk shalat. Ada masjid
di luar tol, yang berada di kampung. Kami menunggu dan menunggu. Pengumuman
terakhir katanya jam 4 sore sudah bisa jalan. Kami pun bersabar menunggu.
Namun, sudah menjelang malam, tidak kunjung dibuka. Pengumuman yang terakhir
bilang bahwa baru bisa bergerak jam 10 malam.
Kami hanya menunggu. Aku hanya bisa
bermain dengan gadget-ku. Ini hampir sama dengan kejadian di Brexit
(Brebes Exit) saat Lebaran setahun yang lalu. Di Brexit itu, kami terjebak di
dalam tol hampir seharian. Dari jam 4 pagi sampai jam 12 malam.
Menjelang jam 10 malam, tampak
berdatangan polisi. Tapi, ternyata baru jam 11 malam, pintu baru bisa dibuka.
Jam 00.30 WIB, kami sampai di Hotel
Seruni 2. Mama memesan kamarnya pas-pasan beberapa hari yang lalu karena full.
Sebelumnya, kami mendapat kamar yang non-view. Kata Mama, kami mendapat
kamar dengan view karena ada pelanggan yang men-cancel
pesanannya. Kamar view maksudnya pemandangan dari jendela kamar
menghadap ke pemandangan yang sangat indah. Kolam renang hotel yang terdapat
perosotan melingkar berwarna kuning, Hotel Seruni 3 yang baru dibangun, juga
pemandangan pepohonan yang sangat sejuk. Berbeda yang non-view,
pemandangan dari jendela kamar hanyalah parkiran mobil dengan pepohonan.
Empat setengah jam kemudian, kami bangun
jam 05.00 WIB. Kan sudah hari baru tadi. Kami pun shalat Shubuh. Ayah bilang breakfast-nya
jam 07.00 WIB. Kami harus datang awal, kalau tidak banyak yang habis. Ayah
memesan all-you-can-eat untuk kami. Kami datang setengah jam sebelum jam
7.
Kata Ayah, kalau makan all-you-can-eat,
sebaiknya jangan makan nasi putih terlalu banyak. Di rumah, kan, makannya nasi
terus. Makannya variasi. Dicobain satu-satu hidangan yang ada di hotel, jadi
bisa ngerasain semua rasanya. Aku mencoba kue-kue, jus, bubur ayam, bubur
kacang hijau, buah, ayam goreng, nasi goreng pudding, dan lain-lainnya.
Makanya, di meja kami penuh dengan piring, mangkuk, gelas, sendok, dan garpu. Setelah
kenyang, kami kembali ke kamar.
Lily pengen berenang, jadi Ayah
menemaninya berenang. Sementara aku bersama Mama di kamar. Check out-nya
jam 11 siang. Sampai jam 9 pagi. Kami memutuskan untuk check out. Kami
akan pulang, untuk menghindari kemacetan arus balik Jakarta-Bandung. Tetapi
sebelumnya, kami berkeliling disekitar Hotel Seruni 1, 2, dan 3.
Setelah merasa
puas, kami pun keluar dari hotel Seruni dan menuju tol Jakarta-Bandung untuk
pulang ke rumah. Kami merasa sangat lelah, namun kami juga merasa sangat
senang. Aku mendapat pengalaman yang sangat berharga melalui perjalanan ini.
Selain berlibur, aku juga belajar dan bersenang-senang dengan keluarga yang
sangat kucintai dan kusayangi.
Comments
Post a Comment